Tampilkan postingan dengan label PARIWISATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PARIWISATA. Tampilkan semua postingan

Minggu

GUNTUNG

Asal usul nama Guntung dan keberadaan masyarakat Kutai di Guntung sejak 300 (tiga ratus) tahun lalu dan budaya Erau Pelas Benua nya telah kita baca dengan seksama, kehadirannya tidak lepas dari kaitan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Matadpura dalam rangka mengemban misi menjaga perbatasan Kesultanan Kutai di pesisir selat makasar.

Selasa

HIDUPNYA KEMBALI ERAU PELAS BENUA

Erau Pelas Benua yang dilaksanakan oleh penduduk Kutai yang ada di Guntung biasanya dilaksanakan setiap tahunnya dengan sangat sederhana dan jarang diketahui oleh masyarakat luas sejak tahun 2002 dilaksanakan dengan cukup meriah hal ini tidak lepas dari  kaitannya dengan keberadan kembali  Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Maradipura sebagai Pusat Adat dan seni budaya Kutai  sejak tahun 1960 seolah tidak ada lagi gairah tanda-tanda kehidupan hubungan adat budaya kutai pun teputus namun dengan penambalan  H.Adji Mohamad Salehoeddin II sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada tanggal 22 September 2001 bertepatan dengan adanya penyelenggaraan Erau Adat Kutai tahun 2001 dan diserahkan kembali Keraton dan benda-benda pusaka Kutai Kartanegara pada tanggal 25 September 2001 dari menteri  Pariwisata dan Kebudayaan.

Kamis

ASAL USUL ERAU PELAS BENUA

kalau kita melihat fakta sejarah kutai masa lalu, erau pelas benua atau pelas tanah yaitu ritual pengorbanan binatang itu telah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu hal ini dapat dilihat dari bukti penemuan benda-benda sejarah berupa prasasti Yupa peninggalan kerajaan Kutai Martadipura dengan rajanya yang terkenal sang Mulawarman pada abad ke 4 (empat) Masehi yang ditemukan di Muara Kaman Kabupaten Kutai. Sebagaimana tulisan pada prasasti yupa yang ditulisan dalam bahasa sansekerta dengan menggunakan huruf paLLawa :