Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Rabu

GASING



Gasing merupakan salah satu permainan tradisional nusantara,walaupun sejarah penyebaranya belum diketahui secara pasti. Permainan gasing atau begasing telah ada jauh sebelum penjajahan belanda.permainan ini dilakukan oleh anak anak dan orang dewasa. Biasanya,dilakukan di pekarangan rumah yang kondisi tanahnya keras dan datar.permainan gasing dapat dilakukan secara perorangan atau beregu dengan jumlah pemain yang berpariasi,menurut kebiasaan di daerah masing-masing.hingga kini,gasing masih sangat popular dilakukan disejumlah daerah di Indonesia.Di Bontang (KALTIM)bahkan warga kutai di guntung rutin menyelenggarakan kompetisi.biasanya gasing dimainkan saat diselenggara kan ERAU PELA S BENUA maupun acara peringatan 17 agustusan hal untuk melestarikan budaya kutai yang hamper punah oleh sebab itu pertandingan ini akan terus diselenggarakan setiap tahun nya oleh  LEMBAGA ADAT KUTAI BONTANG.

Minggu

GUNTUNG

Asal usul nama Guntung dan keberadaan masyarakat Kutai di Guntung sejak 300 (tiga ratus) tahun lalu dan budaya Erau Pelas Benua nya telah kita baca dengan seksama, kehadirannya tidak lepas dari kaitan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Matadpura dalam rangka mengemban misi menjaga perbatasan Kesultanan Kutai di pesisir selat makasar.

Selasa

HIDUPNYA KEMBALI ERAU PELAS BENUA

Erau Pelas Benua yang dilaksanakan oleh penduduk Kutai yang ada di Guntung biasanya dilaksanakan setiap tahunnya dengan sangat sederhana dan jarang diketahui oleh masyarakat luas sejak tahun 2002 dilaksanakan dengan cukup meriah hal ini tidak lepas dari  kaitannya dengan keberadan kembali  Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Maradipura sebagai Pusat Adat dan seni budaya Kutai  sejak tahun 1960 seolah tidak ada lagi gairah tanda-tanda kehidupan hubungan adat budaya kutai pun teputus namun dengan penambalan  H.Adji Mohamad Salehoeddin II sebagai Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada tanggal 22 September 2001 bertepatan dengan adanya penyelenggaraan Erau Adat Kutai tahun 2001 dan diserahkan kembali Keraton dan benda-benda pusaka Kutai Kartanegara pada tanggal 25 September 2001 dari menteri  Pariwisata dan Kebudayaan.