Rabu

KAMPUNG SIDRAP BOIKOT

Warga kampung sidrap yang sekarang administrasi pemerintahannya masuk di Kota bontang di Kelurahan Guntung  yang berbatasan dengan kutai timur dan Kota Bontang mengancam akan memboikot Pilkada di Kutim dan Bontang.Warga tersebut tidak akan menggunakan hak pilih pada pilkada di Kutai timur dan Bontang  pada tahun ini  karena
Pemprov Kaltim tidak segera menyikapi status daerah tersebut apakah masuk wilayah Kutai timur atau Bontang, sedangkan warga kampung sidrap yang berjumlah 1772 orang memilih bergabung ke Kota Bontang dikarenakan berbagai pelayanan pemkot Bontang lebih dekat fasilitas publik seperti air bersih,Listrik,Bangunan sekolah hingga jaminan kesehatan hampir semuanya dari kota Bontang.karena kondisi tersebut maka warga kampung sidrap menggalang aksi riil dilapangan yaitu mengumpulkan tanda tangan untuk menyatakan bergabung ke Kota Bontang,rencananya seluruh tanda tangan tersebut akan didokumen kan dan akan dibawa ke Pemprov dan menghadap gubernur Kaltim


6 komentar:

  1. Semoga pilkada berjalan aman dan lancar dibontang dan yang penting pemerintah segera menyikapi status daerah tersebut.....

    BalasHapus
  2. kok g ada gambarnya kawan ?

    BalasHapus
  3. seri harap permasalahan bisa diamankan dengan segera demi kebaikan para warga kampung. iya sih kok ngak ada fotonya disertakan?

    BalasHapus
  4. Hmm semoga pilkadanya berjalan lancar...
    Sukses dah!!

    BalasHapus
  5. masuk bontang aza

    BalasHapus
  6. Tunggu apalagi sih, klo mempermasalahkan peta lokasi, memang dari dulu masuk kutai timur,ya seharusnya kutai timur sudah membangun, tpi sampai sekarang cuma bantuan jembatan kayu ulin aja, trus bontang enggan meneruskan pembangunan karena status masih diakui kutai timur, klo ktp harus ganda, trus pembagian beras raskin harus double,itu salah siapa ? bukan salah masyarakat dong,truss apa sih yang diperebutkan masing2 daerah ? saya setuju kalau masarakat boikot tidak memilih pada pilkada selanjutnya, trus kata menteri akan mundur pabila Ektp tidak tuntas pada 2012, kita lihat saja apa dengan penerapan Ektp nanti, masih membuat adanya ktp ganda ?

    BalasHapus